Epilepsi pada Anak

Epilepsi pada anak merupakan salah satu penyakit yang meskipun saat ini sudah cukup jarang ditemukan, namun penyakit yang sering disebut ayan ini perlu diketahui dan diwaspadai karena dapat mengganggu aktivitas anak yang terserang.

Epilepsi disebabkan oleh adanya perubahan mendadak pada aliran listrik di otak. Lonjakan arus ini membuat penderita menjadi kejang dan tidak sadarkan diri. Penyakit ini bersifat genetik, adapun penyebab persisnya belum diketahui, namun diduga dikarenakan adanya beberapa gangguan pada otak anak seperti terjadinya radang selaput otak, kekurangan oksigen di otak akibat cidera, kelainan atau kerusakan pada salah satu atau lebih bagian otak. Tumor otak juga diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya epilepsi. Beberapa ahli kesehatan menyatakan bahwa proses persalinan dapat memicu kejadian epilepsi pada bayi yang dilahirkan. Proses persalinan tersebut sebagai contoh adalah tidak lancarnya pengeluaran kepala bayi ketika persalinan sehingga bayi kekurangan oksigen, kemudian pengeluaran kepala bayi menggunakan alat vakum yang prosesnya tidak lancar dan lain sebagainya.

Yang belum diketahui oleh semua orang adalah bahwa kondisi epilepsi tidak harus ditandai dengan kejang dan mulut berbusa. Hal tersebut hanya gejala umum, namun secara khusus, keadaan melamun yang sama sekali tidak respon ketika dikejutkan, digoyang maupun disentuh juga sudah menjadi salah satu gejala epilepsi. Pada bayi, gejala lebih sulit diduga. Bayi dapat diam secara mendadak dengan bola mata yang tidak fokus ketika memandang suatu benda, tidak menangis namun tubuh terlihat kaku, juga menjadi salah satu pertanda epilepsi pada anak.

Epilepsi yang terjadi pada bayi juga dapat ditandai dengan adanya tanda lahir merah di sebagian besar wajah yang merupakan salah satu petunjuk adanya pelebaran pembuluh darah di bagian tertentu pada otak.

Epilepsi pada AnakSaat ini sudah ada obat antiepilepsi (OAE) dan berhasil menyembuhkan sekitar 90% gejala epilepsi. Yang perlu dilakukan jika orang tua mengetahui anaknya mengalami epilepsi adalah selalu menjaga dan memerhatikan anak supaya jangan sampai mengalami epilepsi di tempat yang berbahaya misalnya ketika di tengah jalan, sedang naik kendaraan dan lain sebagainya. Sebaiknya orang tua tidak panik ketika anak kejang, cukup didiamkan, diajuhkan dari benda keras dan jika dirasa membahayakan segera dibawa ke dokter. Demikian mengenai epilepsi pada anak, semoga artikel ini bermanfaat.

.